Puteri Yang Baik Hati

Comment( 0)

Puteri seorang gadis yang sangat baik hati, cerdas, energik, mandiri, dan cantik. Dia paling tidak suka merepotkan orang lain, termasuk orang tuanya, walaupun keluarganya termasuk keluarga yang berkecukupan, puteri tidak pernah menjadi anak manja yang selalu ingin dituruti semua keinginannya oleh orang tuanya. Dia selalu bekerja keras untuk mendapatkan sesuatu yg ingin dimilikinya, tanpa perlu merepotkan orang lain.

Pada suatu ketika dipagi hari puteri berkunjung ke rumah tetangganya yang sederhana untuk bersilaturahim, dari dulu puteri sangat kagum dengan keluarga tersebut. Walaupun hidup sederhana dalam keterbatasan ekonomi, namun keluarga itu terlihat sangat bahagia dan penuh kehangatan. Saat berkunjung ke rumah tetangganya itu, Puteri bisa merasakan keramahan sambutan dari seisi rumah, terutama dari Teh Umi, ibu pemilik rumah yg selalu tersenyum pada saat bicara, sejuk dan penuh keceriaan.

" Assalamu 'alaikum teh,,, apa kabar teh,,,?" Sapa Puteri mengawali pembicaraan dipagi hari diteras rumah Teh Umi.

"Wa' alaikumsalam,,, alhamdulillah baek,,, mbak puteri sendiri gimana..? lama gak maen kesini,,, makin cantik aja... " Sambut Teh Umi dengan wajah sumringah menyambut kedatangan puteri.

" hahaha,,, Teh umi bisa aja,,,"
" eh, si Amir sama yuli kemana teh,,,? koq gak keliatan,,, lagi pada maen ya...?" Tanya Puteri menanyakan keberadaan anak-anak teh Umi yg masih kecil2.

"nggak Put,,, tuh ada di dalem lagi pada nonton tv, nunggu nasi mateng buat sarapan,,,".
" mba puteri udah sarapan...? Sarapan bareng yuk,,, teteh mau goreng tempe mendoan" Ajak teh Umi berharap Puteri mau sarapan bersama keluarganya.

Puteri cuma tersenyum, bingung menjawabnya hatinya menolak, karena tidak mau merepotkan keluarga teh Umi. Walaupun sebenarnya dia juga sedang lapar.

 "Sekali-kali makan disini napa,,, gantian,,, kan mba puteri sering bawain makanan buat kami" Bujuk Teh umi, melihat puteri yg kebingungan menjawab.

"Aduh,,, teh,,, makasih banget, tapi aku udah sarapan,,, tadi sebelum datang kesini" Jawab puteri dengan tetap tersenyum manis menutupi Kebohongannya.

"oh,,, yaudah klo begitu,,, emang tadi mba puteri sarapan apa?" tanya teh umi dengan tetap sumringah menutupi kekecewaanya.

"tadi sarapan bubur ayam teh,,, di pertigaan sebelah warung kelontong bang sarip" Kembali puteri berbohong menutupi kebohongan sebelumnya. Sebenarnya puteri tidak enak hati menolak ajakan teh Umi sarapan, namun dia juga tidak mau merepotkan keluarga teh Umi, sehingga dia memutuskan utk berbohong.

"Teh,, puteri masuk kedalem ya, mau nemenin amir dan yuli nonton tv". Usul puteri mengalihkan pembicaraan.

"masuk aja put,, kebetulan teteh juga mau keluar beli tepung buat goreng mendoan ke warung bang sarip"
"warung bang sarip tadi udah buka kan put...?"

Kembali Puteri kebingungan menjawabnya, karena dia gak tau warung kelontong bang sarip sudah buka atau belum.
" Udah buka teh,,,"  jawab puteri ragu, berspekulasi dan kembali berbohong.

Dan teh Umi pun pergi meninggalkan mereka bertiga yg sedang asyik bercengkrama didepan tv, teh Umi pergi naik sepeda karena jarak rumahnya dgn warung bang sarip lumayan jauh. Kemudian sesampainya dipertigaan di depan warung bang sarip teh umi pun kembali kecewa, karena warung kelontong bang sarip yg bersebelahan dgn tukang bubur ayam masih tutup. Teh Umi bingung dgn informasi yg telah disampaikan puteri kepadanya.

teh Umi pun memutuskan kembali pulang, dia masih berfikir positif kepada puteri. Namun baru bebrapa meter balik arah hendak berbelok dipertigaan, masih di dekat warung bang sarip, tiba-tiba,,,
 "BRAAAKK..!!!"  Sebuah sepeda motor menabrak sepeda teh Umi hingga ringsek, dan teh Umi pun tersungkur dijalan. Kepalanya terbentur aspal, wajahnya berlumuran darah.

Selama satu minggu teh umi dirawat di ICU, keluarganya sangat kebingungan dan khawatir. Apalagi  mengingat biaya yg harus dikeluarkan untuk peraawtan teh Umi. Amir dan yuli menangis tersedu-sedu setiap hari menangisi ibunya.
Namun apa daya, umur Alloh yg menentukan, setelah satu minggu lebih dirawat di ICU Akhirnya teh Umi meninggalkan dunia fana.
Innalillahi wainnalillahi rojiun...

Puteri yg baik hatipun sibuk membantu keluarga teh Umi, mulai dari biaya perawatan, pemakaman, hingga menghibur Amir dan yuli yg kehilangan ibunya. Dia sangat menyesali ketidakjujurannya, yg dia anggap baik namun berakibat fatal.

Hikmah dari cerita ini adalah, Sekali kita berbohong maka kita akan terus berbohong untuk menutupi kebohongan sebelumnya, dan setiap ketidakjujuran selalu membawa penderitaan.

Mazz Eka, VMG 2
29/10/2011





One Response to Puteri Yang Baik Hati

Leave a Reply

design by Natty WP