Namamu tak terukir,
Dalam catatan harianku,
Asal-usulmu tak hadir
Dalam diskusi kehidupanku,
Wajahmu tak terlukis dalam
Angan dan mimpiku,
Indah suaramu tak terekam
Dalam pita batinku,
Namun kau hidup mengaliri
Pori-pori cinta dan semangatku
Sebab
Kau adalah hadiah agung
Dari tuhan
Untuku
Oh… bidadariku
Siapakah engkau gerangan….
Seorang perempuan salehah yang akan jadi bidadariku, yang akan ku cintai sepenuh hati dalam hidup dan mati, yang akan aku harapkan jadi teman perjuangan merenda masa depan, dan menapaki jalan ilahi, itu siapa? Aku tak tahu. Ia masih berada dalam alam ghaib yang belum dibukakan oleh Tuhan untukku. Namun aku yakin, bila waktunya telah tiba semuanya akan terang. Hadiah Tuhan itu pasti akan datang.
Rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyatinaa qurrata a’yuni waj’alna lil muttaqiina imaama. Amin.
Okt 16
