| |
Des
09
Puteri seorang gadis yang sangat baik hati, cerdas, energik, mandiri, dan cantik. Dia paling tidak suka merepotkan orang lain, termasuk orang tuanya, walaupun keluarganya termasuk keluarga yang berkecukupan, puteri tidak pernah menjadi anak manja yang selalu ingin dituruti semua keinginannya oleh orang tuanya. Dia selalu bekerja keras untuk mendapatkan sesuatu yg ingin dimilikinya, tanpa perlu merepotkan orang lain.
Pada suatu ketika dipagi hari puteri berkunjung ke rumah tetangganya yang sederhana untuk bersilaturahim, dari dulu puteri sangat kagum dengan keluarga tersebut. Walaupun hidup sederhana dalam keterbatasan ekonomi, namun keluarga itu terlihat sangat bahagia dan penuh kehangatan. Saat berkunjung ke rumah tetangganya itu, Puteri bisa merasakan keramahan sambutan dari seisi rumah, terutama dari Teh Umi, ibu pemilik rumah yg selalu tersenyum pada saat bicara, sejuk dan penuh keceriaan.
" Assalamu 'alaikum teh,,, apa kabar teh,,,?" Sapa Puteri mengawali pembicaraan dipagi hari diteras rumah Teh Umi.
"Wa' alaikumsalam,,, alhamdulillah baek,,, mbak puteri sendiri gimana..? lama gak maen kesini,,, makin cantik aja... " Sambut Teh Umi dengan wajah sumringah menyambut kedatangan puteri.
" hahaha,,, Teh umi bisa aja,,,"
" eh, si Amir sama yuli kemana teh,,,? koq gak keliatan,,, lagi pada maen ya...?" Tanya Puteri menanyakan keberadaan anak-anak teh Umi yg masih kecil2.
"nggak Put,,, tuh ada di dalem lagi pada nonton tv, nunggu nasi mateng buat sarapan,,,".
" mba puteri udah sarapan...? Sarapan bareng yuk,,, teteh mau goreng tempe mendoan" Ajak teh Umi berharap Puteri mau sarapan bersama keluarganya.
Puteri cuma tersenyum, bingung menjawabnya hatinya menolak, karena tidak mau merepotkan keluarga teh Umi. Walaupun sebenarnya dia juga sedang lapar.
"Sekali-kali makan disini napa,,, gantian,,, kan mba puteri sering bawain makanan buat kami" Bujuk Teh umi, melihat puteri yg kebingungan menjawab.
"Aduh,,, teh,,, makasih banget, tapi aku udah sarapan,,, tadi sebelum datang kesini" Jawab puteri dengan tetap tersenyum manis menutupi Kebohongannya.
"oh,,, yaudah klo begitu,,, emang tadi mba puteri sarapan apa?" tanya teh umi dengan tetap sumringah menutupi kekecewaanya.
"tadi sarapan bubur ayam teh,,, di pertigaan sebelah warung kelontong bang sarip" Kembali puteri berbohong menutupi kebohongan sebelumnya. Sebenarnya puteri tidak enak hati menolak ajakan teh Umi sarapan, namun dia juga tidak mau merepotkan keluarga teh Umi, sehingga dia memutuskan utk berbohong.
"Teh,, puteri masuk kedalem ya, mau nemenin amir dan yuli nonton tv". Usul puteri mengalihkan pembicaraan.
"masuk aja put,, kebetulan teteh juga mau keluar beli tepung buat goreng mendoan ke warung bang sarip"
"warung bang sarip tadi udah buka kan put...?"
Kembali Puteri kebingungan menjawabnya, karena dia gak tau warung kelontong bang sarip sudah buka atau belum.
" Udah buka teh,,," jawab puteri ragu, berspekulasi dan kembali berbohong.
Dan teh Umi pun pergi meninggalkan mereka bertiga yg sedang asyik bercengkrama didepan tv, teh Umi pergi naik sepeda karena jarak rumahnya dgn warung bang sarip lumayan jauh. Kemudian sesampainya dipertigaan di depan warung bang sarip teh umi pun kembali kecewa, karena warung kelontong bang sarip yg bersebelahan dgn tukang bubur ayam masih tutup. Teh Umi bingung dgn informasi yg telah disampaikan puteri kepadanya.
teh Umi pun memutuskan kembali pulang, dia masih berfikir positif kepada puteri. Namun baru bebrapa meter balik arah hendak berbelok dipertigaan, masih di dekat warung bang sarip, tiba-tiba,,,
"BRAAAKK..!!!" Sebuah sepeda motor menabrak sepeda teh Umi hingga ringsek, dan teh Umi pun tersungkur dijalan. Kepalanya terbentur aspal, wajahnya berlumuran darah.
Selama satu minggu teh umi dirawat di ICU, keluarganya sangat kebingungan dan khawatir. Apalagi mengingat biaya yg harus dikeluarkan untuk peraawtan teh Umi. Amir dan yuli menangis tersedu-sedu setiap hari menangisi ibunya.
Namun apa daya, umur Alloh yg menentukan, setelah satu minggu lebih dirawat di ICU Akhirnya teh Umi meninggalkan dunia fana.
Innalillahi wainnalillahi rojiun...
Puteri yg baik hatipun sibuk membantu keluarga teh Umi, mulai dari biaya perawatan, pemakaman, hingga menghibur Amir dan yuli yg kehilangan ibunya. Dia sangat menyesali ketidakjujurannya, yg dia anggap baik namun berakibat fatal.
Hikmah dari cerita ini adalah, Sekali kita berbohong maka kita akan terus berbohong untuk menutupi kebohongan sebelumnya, dan setiap ketidakjujuran selalu membawa penderitaan.
Mazz Eka, VMG 2
29/10/2011
Read more..
Agu
22
Assalamualaikum wr.wb
Untuk Bunda,,calon istriku….
Tangan ini mau menulis sesuatu tentang apa yang ada di lubuk hati ku. Aku mulai tertanya-tanya apakah aku sudah seharusnya mulai mencari sebagian diriku yang hilang. Bukanlah niat ini disertai oleh nafsu tetapi atas keinginan seorang muslim mencari sebagian agamanya. Sering kali aku mendengar bahwa ungkapan “Kau tercipta untukku.”
*******
Aku awalnya kurang mengerti apa sebenarnya arti kalimat itu karena di liputi oleh hawa nafsu. Rahmat dan hidayah Allah yang diberikan kepada diriku,baru saat ini aku mengerti bahwa pada suatu hari NANTI aku harus mengambil satu TANGGUNGJAWAB yang memang diciptakan khusus untuk diriku, yaitu DIRIMU. Aku mulai mempersiapkan diri dari segi fizkal, spiritual dan juga intelektual untuk BERTEMU denganmu.
*******
Aku mau pertemuan kita yang pertama aku kelihatan ‘sempurna’ di hadapanmu meskipun pada hakekatnya masih banyak lagi kelemahan pada diriku ini. Aku mencoba mempelajari arti dan hakikat tanggungjawab yang harus aku wujudkan ketika dipertemukan dengan dirimu. Aku coba membatasi hubungan pembicaraan dengan wanita lain yang hanya dalam lingkaran urusan penting karena aku risau aku menceritakan rahasia diriku kepadanya karena seharusnya engkaulah yang harus mengetahuinya kerana dirimu adalah SEBAGIAN DARIKU dan hak bagimu untuk mengetahui segala lahir dan batin diriku ini.
*******
Apabila aku memakai kopiah, aku disangka ustad. Diriku memakai jubah, disangka syeikh. Lidahku mengajak manusia ke arah makruf disangka dai. Bukan itu yang aku pinta karena aku hanya mengharapkan keridhoan Allah. Yang aku takuti, diriku mulai didekati oleh wanita karena perawakanku dan perwatakanku. Baik yang indah berjilbab atau yang ketat bert-shirt, semuanya singgah disisiku.
Aku risau imanku akan lemah. Diriku tidak dapat menahan dari fitnah ini. Rasulullah S.A.W pernah bersabda, “
“Aku tidak meninggalkan setelahku fitnah yang lebih bahaya untuk seorang lelaki melainkan wanita.”
*******
Jiwa remaja ku ini mulai mencari cinta menjelma dan kehadiran wanita amat terasa untuk berada di sisi. Setiap kali aku merasakannya, aku mengenangkan dirimu. Di sana engkau setia MENUNGGU diriku, tetapi di sini aku curang kepadamu andai aku bermain dengan cinta fatamorgana. Sampaikan doamu kepada diriku agar aku dapat menahan gelora kejantananku disamping aku mengajukan sendiri doa diperlindungi diri.
*******
Bukan harta,rupa dan keturunan yang aku liat dalam mencari dirimu. Cukuplah agama sebagai pengikat kasih antara kita. Saat di mana aku akan MELAMARMU, akan ku lihat wajahmu sekilas agar tercipta keserasian diantara kita kerana itu pesan Nabi kita. Tidak perlu alis mata seakan alis mata unta, wajah bersih seakan putih telur ataupun bibir merah delima tetapi cukup cuma akidah sekuat akar, ibadah sebagai makanan dan akhlak seindah budi.
*******
“Nikahilah wanita karena empat perkara” keturunan, harta, rupa dan agama. Dan jika kau memilih AGAMA engkau tidak akan menyesal.”
Jika aku dipertemukan dengan dirimu, akan ku jaga perasaan kasih ini supaya tidak tercurah sebelum masanya. Akan ku jadikan syara’ sebagai pembatas diri kita. Akan ku jadikan AKAD NIKAH itu sebagai cap HALAL untuk mendapatkan dirimu. Biarlah kita mengikuti nenek moyang kita, Nabi Adam dan Siti Hawa yang bernikah sebelum disatukan agar kita dapat menikmati kenikmatan PERNIKAHAN yang menjanjikan ketenangan jiwa, ketenteraman hati dan kedamaian batin. Doakan diriku ini agar tidak berputus asa dan sesat dalam misi mencari dirimu kerana aku memerlukan dirimu untuk melengkapkan sebahagian agamaku.
*******
Dari Ayah,calon suamimu…
Ya Allah
Jika dia benar untukku
Dekatkanlah hatinya dengan hatiku
Jika dia bukan milikku
Damaikanlah hatiku
Dengan ketentuan-Mu
Dialah permata yang dicari
Selama ini baru kutemui
Tapi ku tak pasti rencana Ilahi
Apakah dia kan kumiliki
Tidak sekali dinodai nafsu
Akan kubatasi dengan syariat-Mu
Jika dirinya bukan untukku
Redha hatiku dengan ketentuan-Mu
Ya Allah
Engkaulah tempat kubergantung harapanku
Kuharap diriku sentiasa di bawah rahmat-Mu
Read more..
Okt
16
Namamu tak terukir,
Dalam catatan harianku,
Asal-usulmu tak hadir
Dalam diskusi kehidupanku,
Wajahmu tak terlukis dalam
Angan dan mimpiku,
Indah suaramu tak terekam
Dalam pita batinku,
Namun kau hidup mengaliri
Pori-pori cinta dan semangatku
Sebab
Kau adalah hadiah agung
Dari tuhan
Untuku
Oh… bidadariku
Siapakah engkau gerangan….
Seorang perempuan salehah yang akan jadi bidadariku, yang akan ku cintai sepenuh hati dalam hidup dan mati, yang akan aku harapkan jadi teman perjuangan merenda masa depan, dan menapaki jalan ilahi, itu siapa? Aku tak tahu. Ia masih berada dalam alam ghaib yang belum dibukakan oleh Tuhan untukku. Namun aku yakin, bila waktunya telah tiba semuanya akan terang. Hadiah Tuhan itu pasti akan datang.
Rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyatinaa qurrata a’yuni waj’alna lil muttaqiina imaama. Amin. Read more..
|
|